• Masuk
Piawai Bisnis
Advertisement
  • Home
  • Insight
  • Tips Praktis
  • Kisah Kadir
  • Analisis
  • Store
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
  • Home
  • Insight
  • Tips Praktis
  • Kisah Kadir
  • Analisis
  • Store
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
Piawai Bisnis
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
Beranda Kisah Kadir

Berhenti Alasan, Mulai Cari Jalan

Kisah Kadir dan Tim yang Belajar Tumbuh Tanpa Dalih

Piawai Bisnis oleh Piawai Bisnis
06/08/2025
pada Kisah Kadir
A A
0
berhenti alasan
0
Dibagikan
20
Dilihat

“Berhenti alasan. Mulai cari jalan.” 

Kalimat itu meluncur dari mulut Kadir, datar, tanpa emosi meledak. Tapi justru karena nadanya tenang, tim tahu ini serius. Bukan sekadar teguran, tapi titik balik. 

Hari itu bukan pertama kalinya laporan tim mundur dari target. Bukan juga kali pertama sistem digital yang dibangun dengan susah payah justru tak dijalankan sebagaimana mestinya. Tapi berbeda dari biasanya, Kadir tak mengangkat suara. Ia hanya meletakkan laptop, menatap satu per satu wajah timnya, lalu mengucapkan lima kata tadi. 

Pelan. Tapi menghantam. 

Selama ini, setiap kendala selalu diikuti dengan daftar panjang alasan:

“Soalnya kliennya lambat bales.” 

“Kita belum terbiasa pakai sistem baru.” 

“Waktu training terlalu singkat.” 

“Internet sempat error, Pak.” 

Kadir diam. Ia paham, semua itu bisa jadi benar. Tapi ia juga tahu jika bisnis ini ingin bertahan, apalagi tumbuh, maka budaya alasan harus diakhiri. Yang dibutuhkan bukan jawaban defensif, tapi tindakan progresif. 

…  

Beberapa bulan sebelumnya, Kadir yang memimpin usaha distribusi bahan makanan skala menengah, tengah berambisi naik level. Ia mengundang konsultan, merancang SOP, bahkan membangun dashboard monitoring berbasis digital. 

Semua tampak siap. 

Namun realita tak berjalan seperti rencana. 

SOP hanya jadi dokumen yang dicetak dan dilaminating, tapi jarang dibuka. Sistem digital hanya dipakai saat Kadir mengawasi. Selebihnya? Tim kembali ke cara manual pakai WhatsApp grup, Excel offline, dan “catatan pribadi” masing-masing. 

Apa yang salah?

…  

Kadir sempat menyalahkan banyak hal. Mungkin sistemnya terlalu rumit. Mungkin pelatihannya kurang. Mungkin orang-orangnya tidak cocok. Tapi setelah refleksi panjang, ia sadar masalah intinya bukan alat atau orang, melainkan pola pikir. 

Sistem tak akan hidup kalau tidak dibiasakan. Perubahan tak akan berjalan jika selalu dicari alasan untuk menolaknya. Itulah yang memicu kalimat itu keluar. Bukan untuk menghakimi. Tapi untuk mengundang kesadaran bersama.  

…  

Setelah pertemuan hari itu, Kadir membuat satu kebijakan kecil tapi berdampak besar: setiap tim yang menghadapi kendala, wajib menyampaikan minimal dua alternatif solusi sebelum melapor ke atasan. Bukan lagi sekadar melaporkan masalah, tapi juga membawa opsi jalan keluar.

Hasilnya tidak instan. Tapi dalam dua bulan, terjadi perubahan. 

Tim logistik mulai merancang sistem rotasi harian agar update stok lebih disiplin. Tim pemasaran mulai membentuk mini squad internal untuk saling bantu desain konten. Bahkan tim keuangan yang biasanya pasif mulai mengusulkan revisi alur reimbursement agar lebih cepat tanpa mengorbankan akurasi. 

Semua berawal dari satu prinsip,  

Berhenti alasan. Mulai cari jalan.

…  

Hari ini, budaya itu mulai terasa. Saat ada kendala, tak lagi terdengar kalimat “tapi kan…” atau “nggak bisa karena…”. Yang ada justru “bagaimana kalau…” atau “mungkin kita bisa coba…”. 

Bagi Kadir, perubahan sistem bukan lagi soal aplikasi atau dokumen. Tapi soal pola pikir apakah tim hanya ingin nyaman, atau ingin maju. 

Karena dalam bisnis, yang bertahan bukan yang punya alat canggih. Tapi yang berani mencari cara di tengah ketidakpastian. 

Dan semuanya dimulai… saat berhenti mencari alasan.

…   

Jika Anda pemilik bisnis seperti Kadir, mungkin saatnya bertanya: 

Apakah tim Anda masih sibuk mencari alasan? 

Atau sudah mulai terbiasa mencari jalan? 

-SCU & MRP-

Tags: #leadership
Sebelumnya

Sistem Bisa Dibuat Siapa Saja, Tapi Tak Akan Hidup Tanpa Pemimpin yang Siap Tumbuh

Selanjutnya

Omzet Naik, Tapi Kompetitor Sudah Jauh di Depan

Piawai Bisnis

Piawai Bisnis

Platform Belajar Pengembangan Bisnis. Kami bukan sekedar berbagi ilmu, kami ingin menumbuhkan cara berpikir baru. Selamat datang di ruang belajar yang tidak menggurui.

Terkait Pos

Cepat Ramai, Cepat Hilang

cepat ramai
oleh Piawai Bisnis
21/09/2025
0

Di suatu pagi yang biasanya penuh semangat, Kadir justru termenung di ruang kerjanya. Angka-angka penjualan bulan itu terpampang jelas di...

SelengkapnyaDetails

Pak Anwar dan Makna Tanggung Jawab Sejati

tanggung jawab
oleh Piawai Bisnis
12/09/2025
0

Di ruang rapat sederhana yang hari itu disulap menjadi aula kecil, seluruh karyawan berkumpul. Suasana hangat terasa saat Kadir, direktur...

SelengkapnyaDetails

Saya Tidak Pernah Memecat Karyawan.

memecat
oleh Piawai Bisnis
28/08/2025
0

Malam itu, Kadir menerima undangan istimewa. RT sebelah sedang merayakan HUT Republik Indonesia ke-80. Tidak seperti RT kebanyakan, komplek ini...

SelengkapnyaDetails

Clarity is kindness.

clarity
oleh Piawai Bisnis
28/08/2025
0

Seandainya orang bisa membaca pikiran, Kadir mungkin tak perlu repot-repot menjelaskan panjang lebar. Tak perlu memberi arahan detail. Tak perlu...

SelengkapnyaDetails

Senyum Tulus, Layanan Berkelas: Pelajaran Bisnis dari BCA

senyum
oleh Piawai Bisnis
26/08/2025
0

Suatu pagi, Abdul kembali mengantar anaknya ke cabang BCA. Ini sudah yang kedua kalinya dalam sebulan. Aktivasi mobile banking anaknya...

SelengkapnyaDetails

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Piawai Bisnis

Platform Belajar Pengembangan Bisnis. Kami bukan sekedar berbagi ilmu, kami ingin menumbuhkan cara berpikir baru. Selamat datang di ruang belajar yang tidak menggurui.

Kategori

  • Analisis (9)
  • Insight (71)
  • Kisah Kadir (23)
  • Tips Praktis (8)

Arsip

  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
  • Home
  • Insight
  • Tips Praktis
  • Kisah Kadir
  • Analisis
  • Store

© 2025 Piawai Bisnis - Platform Belajar Manajemen Bisnis.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?