• Masuk
Piawai Bisnis
Advertisement
  • Home
  • Insight
  • Tips Praktis
  • Kisah Kadir
  • Analisis
  • Store
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
  • Home
  • Insight
  • Tips Praktis
  • Kisah Kadir
  • Analisis
  • Store
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
Piawai Bisnis
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
Beranda Tips Praktis

Cara Membaca adalah Cara Memimpin

Piawai Bisnis oleh Piawai Bisnis
08/09/2025
pada Tips Praktis
A A
0
membaca
0
Dibagikan
41
Dilihat

Membaca adalah jendela pengetahuan. Ungkapan ini sering kita dengar, namun realitasnya, jendela itu masih jarang benar-benar dibuka lebar oleh masyarakat Indonesia. Data UNESCO, PISA, hingga survei lokal menunjukkan bahwa tingkat literasi di Indonesia masih tertinggal dibandingkan banyak negara lain. Membaca belum menjadi budaya yang mengakar, melainkan sekadar keterampilan teknis yang digunakan saat diperlukan.   

Pertanyaannya, mengapa minat baca masyarakat Indonesia rendah? Dan apakah pola membaca ini hanya berdampak pada kemampuan akademik, atau juga berpengaruh lebih jauh, misalnya dalam kepemimpinan dan manajerial di dunia bisnis? 

 

Faktor-faktor Penyebab Rendahnya Minat Baca 

Ada beberapa faktor yang saling terkait dan membuat minat baca masyarakat Indonesia relatif rendah.

Pertama, adalah faktor budaya. Tradisi lisan di Indonesia jauh lebih kuat daripada tradisi tulisan. Cerita rakyat, nasihat, hingga pengetahuan praktis sehari-hari lebih sering diturunkan lewat tuturan lisan daripada lewat buku. Akibatnya, membaca tidak menjadi kebutuhan mendasar dalam kehidupan sosial. 

Kedua, adalah faktor pendidikan. Sistem pendidikan di Indonesia masih cenderung menekankan pada hafalan dibandingkan pemahaman. Siswa dibiasakan mengulang materi persis seperti yang ada di buku atau penjelasan guru tanpa perlu menganalisis lebih dalam. Pola ini membuat banyak orang menganggap membaca identik dengan menghafal. Dampaknya, membaca terasa berat, melelahkan, dan membosankan. Padahal, esensi membaca adalah memahami, bukan sekadar mengingat. 

Ketiga, faktor akses dan fasilitas. Walaupun perkembangan teknologi sudah membuka akses digital terhadap berbagai bacaan, masih ada kesenjangan literasi antara kota besar dan daerah. Buku fisik masih relatif mahal, perpustakaan sering sepi peminat, dan tidak semua orang merasa nyaman mencari pengetahuan melalui buku atau literatur panjang. 

Keempat, adalah faktor kebiasaan. Generasi muda kini tumbuh dengan budaya visual dan audio yang lebih dominan. Video singkat, podcast, dan media sosial membentuk pola konsumsi informasi yang serba cepat dan instan. Dalam konteks ini, membaca dianggap kalah menarik dibandingkan format hiburan lain yang lebih ringan dan segera memuaskan rasa ingin tahu. 

 

Menghafal vs. Memahami.
Warisan Sistem Pendidikan
 

Salah satu penyebab utama lambatnya seseorang dalam membaca buku adalah kebiasaan menghafal yang ditanamkan sejak sekolah. Pola ini membuat pembaca cenderung berhenti terlalu lama pada setiap kalimat, berusaha mengingat kata demi kata, alih-alih menangkap gagasan besar yang disampaikan penulis. Akibatnya, kecepatan membaca rendah dan proses memahami pun justru tidak efisien. 

Misalnya, seorang siswa yang terbiasa belajar dengan metode hafalan akan membaca sebuah bab buku dengan pola linear. Kalimat pertama harus diingat, lalu kalimat kedua, dan seterusnya. Begitu ia lupa satu bagian, ia akan merasa gagal memahami keseluruhan. Sebaliknya, pembaca yang terbiasa memahami akan lebih fokus pada ide pokok tiap paragraf, lalu mengaitkannya dengan konteks yang lebih luas. Ia tidak terjebak pada detail kata, melainkan menangkap makna. 

Dampak jangka panjang dari pola menghafal ini cukup serius. Banyak orang dewasa yang merasa membaca buku adalah kegiatan yang berat, padahal yang membuat berat bukan bukunya, melainkan cara mereka mendekatinya. Membaca dianggap seperti ujian harus dihafal, harus diingat semua, dan kalau lupa berarti gagal. Pandangan ini membuat banyak orang akhirnya menghindar dari buku. 

 

Membaca sebagai Proses Menyerap Gagasan 

Untuk mengubah pola ini, penting disadari bahwa membaca seharusnya adalah proses menyerap gagasan, bukan menghafal kata. Buku adalah percakapan panjang antara penulis dan pembaca. Dalam percakapan, kita tidak perlu mengingat kata demi kata, melainkan memahami maksud pembicara. Demikian pula dengan membaca yang penting adalah memahami ide besar, lalu menautkannya ke pengalaman atau pengetahuan lain yang sudah kita miliki.  

Orang yang membaca untuk memahami akan terbiasa melihat pola, menemukan hubungan antar ide, dan akhirnya mampu menciptakan gagasan baru. Sebaliknya, orang yang membaca hanya untuk menghafal sering kali kehilangan konteks, mudah lupa, dan tidak mampu menggunakan informasi dalam situasi nyata. 

 

Konsekuensi pada Kehidupan Sehari-hari 

Minat baca yang rendah dan pola baca yang salah tidak hanya berdampak pada rendahnya prestasi akademik, tetapi juga pada kehidupan profesional dan sosial. Dalam dunia kerja, misalnya, seorang karyawan yang tidak terbiasa membaca dengan pemahaman mendalam akan kesulitan menafsirkan laporan panjang, menganalisis dokumen strategis, atau menyusun argumen yang solid. Ia lebih mudah puas pada ringkasan singkat dan tidak terbiasa menggali detail yang penting. 

Sebaliknya, mereka yang memiliki kebiasaan membaca secara kritis dan reflektif cenderung lebih unggul dalam memimpin rapat, menyusun strategi, atau mengambil keputusan penting. Kemampuan membaca bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga kedalaman dalam menangkap inti persoalan. 

Baca Juga :
7 Cara Mengubah Kegagalan Launching Produk Baru yang Gagal Menjadi Lompatan Besar.

 

Membaca, Menghafal, dan Kepemimpinan dalam Dunia Bisnis 

Jika diperhatikan lebih jauh, pola baca yang terbentuk sejak kecil ternyata memiliki kaitan erat dengan pola kepemimpinan dan manajerial seseorang dalam dunia bisnis. Seorang pemimpin yang terbiasa membaca hanya untuk menghafal sering kali terjebak pada pengambilan keputusan yang dangkal. Ia cepat puas dengan data, laporan, atau angka-angka di permukaan tanpa mencoba memahami konteks di baliknya. Akibatnya, strategi yang dibangun bisa rapuh karena hanya bertumpu pada hafalan informasi, bukan pada pemahaman yang mendalam. 

Sebaliknya, pemimpin yang memiliki kebiasaan membaca untuk memahami dan menganalisis akan terbiasa menautkan informasi ke dalam kerangka berpikir yang lebih luas. Ia tidak sekadar tahu “apa” yang sedang terjadi, melainkan juga bisa menjawab “mengapa” dan “bagaimana” sesuatu bisa terjadi. Pola ini membuatnya mampu menyusun strategi bisnis yang lebih adaptif, menimbang risiko dengan cermat, dan menciptakan solusi yang relevan dengan kondisi nyata. 

Di ruang manajerial, kebiasaan ini tampak jelas dalam cara seorang pemimpin mengelola tim. Mereka yang terlatih membaca secara kritis biasanya lebih sabar mendengar, lebih piawai menganalisis masalah, dan lebih terbuka pada perspektif berbeda. Ini kontras dengan pemimpin yang hanya mengandalkan hafalan, yang cenderung kaku, sulit menerima ide baru, dan cepat mengambil keputusan hanya berdasarkan “rumus” atau kebiasaan lama. 

Dalam dunia bisnis yang penuh ketidakpastian, seorang pemimpin dituntut untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. Buku, artikel, laporan industri, bahkan tren digital adalah bahan bacaan yang membutuhkan pemahaman cepat sekaligus mendalam. Kebiasaan membaca untuk memahami bukan sekadar menghafal adalah fondasi penting bagi pola kepemimpinan visioner dan manajerial yang efektif. 

Akhirnya, rendahnya minat baca di masyarakat memang persoalan kultural. Namun, pada level individu, terutama bagi mereka yang memimpin bisnis, mengubah pola membaca bisa menjadi titik balik penting. Dengan berlatih membaca secara kritis, pemimpin akan menemukan dirinya lebih siap dalam mengelola perubahan, lebih matang dalam mengambil keputusan, dan lebih tangguh dalam memimpin orang lain.   

Kepemimpinan yang kokoh ternyata berawal dari hal sederhana, cara membaca. 

 

-SCU & MRP-

Tags: #leadership
Sebelumnya

7 Cara Mengubah Kegagalan Launching Produk Baru Menjadi Lompatan Besar

Selanjutnya

Pak Anwar dan Makna Tanggung Jawab Sejati

Piawai Bisnis

Piawai Bisnis

Platform Belajar Pengembangan Bisnis. Kami bukan sekedar berbagi ilmu, kami ingin menumbuhkan cara berpikir baru. Selamat datang di ruang belajar yang tidak menggurui.

Terkait Pos

Cara Menentukan Prioritas Kerja Seperti Profesional.

prioritas
oleh Piawai Bisnis
09/10/2025
0

Ada masa ketika hari-hari terasa begitu sibuk, namun hasilnya tidak sepadan. Semua terasa penting, semua tampak mendesak. Tapi di akhir...

SelengkapnyaDetails

Rahasia di Balik Laporan Kerja. Alat Evaluasi dan Navigasi Bisnis

laporan
oleh Piawai Bisnis
21/09/2025
0

“Kerja keras yang tidak tercatat, sering kali hilang begitu saja. Laporan kerja adalah cara sederhana agar usaha tidak lenyap, dan...

SelengkapnyaDetails

Retain, Reallocate, dan Release. Cara Strategis Menjaga Kesehatan Organisasi

kesehatan organisasi
oleh Piawai Bisnis
19/09/2025
0

Ada satu pertanyaan yang sering muncul dalam ruang diskusi kepemimpinan bagaimana cara menghadapi karyawan yang tidak kunjung berkembang, meski sudah dibimbing,...

SelengkapnyaDetails

Kontrol dan Evaluasi. Dua Fungsi Manajemen yang Paling Sering Terlupakan

kontrol dan evaluasi
oleh Piawai Bisnis
20/09/2025
0

Di dunia bisnis, banyak pemilik usaha terjebak dalam kesibukan operasional sehari-hari. Mereka fokus pada penjualan, mengejar pelanggan, hingga menjaga produksi...

SelengkapnyaDetails

7 Cara Mengubah Kegagalan Launching Produk Baru Menjadi Lompatan Besar

kegagalan launching
oleh Piawai Bisnis
06/09/2025
0

Hari itu seharusnya menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Berbulan-bulan tim menyiapkan konsep, mendesain produk, merancang kampanye digital, hingga memastikan distribusi berjalan...

SelengkapnyaDetails

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Piawai Bisnis

Platform Belajar Pengembangan Bisnis. Kami bukan sekedar berbagi ilmu, kami ingin menumbuhkan cara berpikir baru. Selamat datang di ruang belajar yang tidak menggurui.

Kategori

  • Analisis (9)
  • Insight (71)
  • Kisah Kadir (23)
  • Tips Praktis (8)

Arsip

  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
  • Home
  • Insight
  • Tips Praktis
  • Kisah Kadir
  • Analisis
  • Store

© 2025 Piawai Bisnis - Platform Belajar Manajemen Bisnis.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?