• Masuk
Piawai Bisnis
Advertisement
  • Home
  • Insight
  • Tips Praktis
  • Kisah Kadir
  • Analisis
  • Store
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
  • Home
  • Insight
  • Tips Praktis
  • Kisah Kadir
  • Analisis
  • Store
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
Piawai Bisnis
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
Beranda Insight

Dilusi Saham. Ketika Kepemilikan Founder Menyusut Demi Pertumbuhan

Piawai Bisnis oleh Piawai Bisnis
30/10/2025
pada Insight
A A
0
dilusi saham
0
Dibagikan
27
Dilihat

Dalam dunia bisnis, terutama di tahap-tahap awal pertumbuhan, ada satu momen yang sering membuat para founder terkejut, saat menyadari bahwa porsi kepemilikannya berkurang, meski tidak menjual apa pun. Fenomena ini disebut dilusi saham, sesuatu yang tidak selalu buruk, tapi bisa menjadi bumerang jika tak dipahami dengan benar.

 

Ketika Kue Dibagi Lagi

Bayangkan sebuah perusahaan seperti kue.

Awalnya, dua orang founder memegang seluruhnya, A punya 60%, B punya 40%.

Lalu datanglah seorang investor yang bersedia menanamkan dana besar, dengan syarat ia mendapat 20% saham perusahaan.

A dan B pun setuju. Kue itu sekarang lebih besar karena ada modal baru, tapi potongannya bertambah. Kepemilikan A dan B berubah menjadi 48% dan 32%.

Tidak ada yang menjual saham, namun persentase kepemilikan mereka otomatis berkurang.

Inilah yang disebut dilusi saham (share dilution).

 

Bagaimana Dilusi Terjadi

Dilusi terjadi setiap kali perusahaan menerbitkan saham baru, entah karena:

  • Ada investor baru yang masuk,
  • Terjadi konversi utang menjadi saham,
  • Diberikan saham kepada karyawan (ESOP),
  • Atau perusahaan publik melakukan rights issue untuk menambah modal.

Dalam semua kasus itu, jumlah saham di perusahaan bertambah.

Ketika total saham meningkat, persentase kepemilikan lama otomatis menurun.

 

Antara Menyusut dan Bertumbuh

Banyak founder merasa khawatir ketika sahamnya terdilusi. Namun, dilusi tidak selalu berarti rugi. Kuncinya terletak pada nilai perusahaan setelah pendanaan baru.

Jika sebelum pendanaan nilai perusahaan Rp10 miliar dan kepemilikan founder 100%, maka nilainya Rp10 miliar penuh. Namun setelah investor masuk, nilai perusahaan bisa melonjak menjadi Rp40 miliar, dan meski founder hanya memiliki 70% saham, nilai kepemilikannya justru naik menjadi Rp28 miliar.

Artinya, persentase menurun, tapi nilai bisa meningkat.

Di sinilah filosofi pentingnya: lebih baik memiliki 20% dari sesuatu yang besar, daripada 100% dari sesuatu yang kecil.

Baca Juga :
Bisnis Itu Maraton, Bukan Sprint

 

Sisi Gelap yang Perlu Diwaspadai

Namun tentu saja, tidak semua dilusi berujung manis.

Ada situasi di mana founder kehilangan kendali karena tidak memahami konsekuensi struktural dari setiap ronde pendanaan.

Investor yang masuk dengan porsi besar bisa memiliki hak suara yang dominan, bahkan menggantikan posisi founder dalam pengambilan keputusan strategis.

Kasus seperti ini pernah terjadi di banyak startup di mana sang pendiri akhirnya hanya menjadi “pegawai” di perusahaannya sendiri.

Mereka tidak kehilangan visi, tapi kehilangan kuasa.

 

Mengelola Dilusi dengan Bijak

Agar dilusi tidak menjadi penyesalan, ada beberapa hal yang penting dilakukan sejak awal:

1. Pahami valuasi sebelum menerima investasi.

Jangan terburu-buru menerima dana besar jika nilainya terlalu rendah; itu bisa membuat kepemilikan terdilusi secara ekstrem.

2. Negosiasikan struktur saham dengan cermat.

Term sheet, voting rights, dan liquidation preference harus dipahami, bukan hanya disetujui.

3. Gunakan modal baru untuk pertumbuhan nyata.

Karena dilusi hanya masuk akal bila modal yang diterima benar-benar memperbesar nilai perusahaan.

4. Bangun transparansi antarpendiri.

Banyak konflik bisnis muncul bukan karena uangnya sedikit, tapi karena rasa kepemilikan yang kabur.

. . . . .

Dilusi saham bukan ancaman, tapi ujian kedewasaan bisnis.

Ia adalah bagian alami dari pertumbuhan, perusahaan bertambah besar, pemainnya bertambah banyak, dan kue dibagi ulang.

Yang penting bukan berapa besar potongan yang tersisa, melainkan seberapa bernilai kue yang sedang tumbuh itu. Karena dalam bisnis, kepemilikan sejati bukan hanya soal angka di atas kertas, melainkan tentang kemampuan menjaga arah dan makna di tengah pertumbuhan.

 

-SCU & MRP-

Tags: #strategi
Sebelumnya

Bisnis Itu Maraton, Bukan Sprint

Selanjutnya

Jangan Tertipu Angka Target.

Piawai Bisnis

Piawai Bisnis

Platform Belajar Pengembangan Bisnis. Kami bukan sekedar berbagi ilmu, kami ingin menumbuhkan cara berpikir baru. Selamat datang di ruang belajar yang tidak menggurui.

Terkait Pos

Kenapa Paragon Begitu Kuat dalam People Development.

paragon
oleh Piawai Bisnis
27/11/2025
0

Di balik produk-produk yang akrab di meja rias jutaan perempuan Indonesia seperti Wardah, Emina, dan Make Over ada satu kekuatan yang jarang dibicarakan...

SelengkapnyaDetails

Ketika Pengusaha Lupa Menekan Tombol On/Off.

tombol on off
oleh Piawai Bisnis
26/11/2025
0

Pada fase awal, pengusaha sering menjadi segalanya sekaligus: pendiri, penggerak lapangan, pemasar, sekaligus direktur. Semua berjalan karena fokusnya satu dan...

SelengkapnyaDetails

Bisnis Hanya Tumbuh Sejauh Pemiliknya Mau Bertumbuh

pemiliknya bertumbuh
oleh Piawai Bisnis
05/11/2025
0

Ada satu kalimat yang mungkin terdengar sederhana, tapi menampar banyak pelaku usaha bisnis hanya tumbuh sejauh pemiliknya mau bertumbuh. Kalimat ini mudah...

SelengkapnyaDetails

Bisnis Itu Maraton, Bukan Sprint

bisnis maraton
oleh Piawai Bisnis
27/10/2025
0

“Dalam bisnis, bukan yang paling cepat yang bertahan, tapi yang paling mampu menjaga keseimbangan antara ambisi dan ketepatan langkah.” -...

SelengkapnyaDetails

Salah Kategori, Salah Strategi (bagian 1)

salah kategori
oleh Piawai Bisnis
30/10/2025
0

“Jangan terburu-buru menonjolkan keunikan sebelum tahu di peta mana kamu berdiri.” Banyak pelaku usaha berpikir bahwa kegagalan bisnis terjadi karena...

SelengkapnyaDetails

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Piawai Bisnis

Platform Belajar Pengembangan Bisnis. Kami bukan sekedar berbagi ilmu, kami ingin menumbuhkan cara berpikir baru. Selamat datang di ruang belajar yang tidak menggurui.

Kategori

  • Analisis (9)
  • Insight (71)
  • Kisah Kadir (23)
  • Tips Praktis (8)

Arsip

  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
  • Home
  • Insight
  • Tips Praktis
  • Kisah Kadir
  • Analisis
  • Store

© 2025 Piawai Bisnis - Platform Belajar Manajemen Bisnis.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?