• Masuk
Piawai Bisnis
Advertisement
  • Home
  • Insight
  • Tips Praktis
  • Kisah Kadir
  • Analisis
  • Store
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
  • Home
  • Insight
  • Tips Praktis
  • Kisah Kadir
  • Analisis
  • Store
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
Piawai Bisnis
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
Beranda Insight

Earning Per Employee: Mengukur Produktivitas Bisnis dengan Lebih Jernih

Piawai Bisnis oleh Piawai Bisnis
01/09/2025
pada Insight
A A
0
earning per employee
0
Dibagikan
16
Dilihat

“Pertumbuhan bisnis tidak hanya diukur dari seberapa besar omzet yang tercatat, tetapi dari seberapa efisien setiap orang di dalam organisasi mampu menciptakan nilai.”  

Dalam dunia korporasi, laporan keuangan bukan hanya bicara tentang laba-rugi atau arus kas. Ada satu indikator yang jarang diperhatikan pelaku usaha kecil dan menengah, tetapi justru menjadi ukuran penting dalam organisasi besar yakni Earning Per Employee (EPE). 

 

Apa Itu EPE? 

Secara sederhana, Earning Per Employee adalah ukuran berapa besar pendapatan yang mampu dihasilkan oleh setiap karyawan dalam sebuah perusahaan. Formula sederhananya: 

 

EPE = Total Revenue ÷ Jumlah Karyawan 

 

Misalnya, sebuah perusahaan memiliki pendapatan Rp10 miliar dengan jumlah karyawan 100 orang. Maka EPE-nya adalah Rp100 juta per orang. 

Ukuran ini membantu kita menilai efisiensi organisasi. Semakin tinggi EPE, semakin besar nilai yang dihasilkan oleh setiap karyawan. Sebaliknya, semakin rendah EPE, semakin berat beban yang ditanggung perusahaan untuk menopang jumlah karyawannya. 

 

Kenapa EPE Penting? 

Di banyak rapat direksi, pertanyaan tidak berhenti pada “berapa omzet bulan ini?”. Pertanyaan yang lebih tajam adalah: 

  • Apakah pertumbuhan omzet sebanding dengan pertumbuhan jumlah karyawan? 
  • Apakah beban gaji yang dikeluarkan benar-benar menghasilkan nilai balik yang optimal? 
  • Apakah perusahaan ramping namun produktif, atau justru gemuk tapi rapuh? 

EPE membantu menjawab hal ini. 

Di era persaingan ketat, perusahaan tidak hanya dituntut untuk tumbuh, tapi juga tumbuh secara sehat. Artinya, bukan sekadar memperbesar jumlah tim, melainkan memastikan setiap orang di dalam tim benar-benar berkontribusi signifikan terhadap pencapaian keuangan.

 

Apa yang Bisa Dipelajari? 

  • Omzet besar tidak otomatis sehat. Banyak perusahaan tampak mengesankan dari luar karena volume penjualannya besar, namun ketika dihitung lebih dalam, produktivitas per orang rendah. 
  • Skala tidak boleh membutakan efisiensi. Memperbesar tim tanpa meningkatkan kontribusi rata-rata setiap orang justru menciptakan struktur yang rapuh. 
  • EPE adalah alarm kesehatan organisasi. Angka ini membantu manajemen mengevaluasi apakah strategi perekrutan, pelatihan, dan pengembangan karyawan sudah sebanding dengan nilai yang mereka hasilkan.

 

Bagaimana Meningkatkan EPE? 

Meningkatkan EPE bukan berarti mengurangi jumlah karyawan secara drastis. Justru fokusnya ada pada: 

  • Meningkatkan produktivitas individu. Berikan pelatihan, alat kerja, dan sistem yang membuat setiap orang mampu menghasilkan nilai lebih tinggi. 
  • Mengoptimalkan struktur organisasi. Pastikan peran setiap karyawan jelas dan tidak ada duplikasi pekerjaan. 
  • Menggunakan teknologi. Digitalisasi dapat mempercepat proses, mengurangi pekerjaan manual, dan meningkatkan output setiap orang. 
  • Mengarahkan tim ke area bernilai tinggi. Karyawan yang sibuk bukan berarti produktif. Fokuskan energi mereka pada aktivitas yang benar-benar menciptakan pendapatan. 

 

Refleksi untuk Pemilik Bisnis 

Sebagai pemilik bisnis, ada baiknya mulai bertanya: 

  • Apakah bisnis saya hanya tumbuh dalam jumlah pegawai, atau benar-benar tumbuh dalam produktivitas? 
  • Apakah setiap karyawan saya memiliki kontribusi nyata yang sebanding dengan biaya yang dikeluarkan? 
  • Apakah organisasi saya ramping dan gesit, atau gemuk dan lamban? 

Jawaban dari pertanyaan ini sering kali lebih jujur daripada sekadar melihat pertumbuhan omzet. 

 

Di banyak perusahaan besar, EPE menjadi bahan diskusi rutin dalam rapat strategis. Namun di usaha kecil dan menengah, indikator ini sering terlupakan. Padahal, memahami EPE bisa menjadi kunci untuk menjaga bisnis tetap sehat, efisien, dan berdaya saing. 

Pada akhirnya, bisnis bukan sekadar tentang seberapa banyak yang dikerjakan, tetapi seberapa efektif tim yang dimiliki dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan. 

-SCU & MRP-

Tags: #operasional#strategi
Sebelumnya

Berubah atau Punah: Menghitung Biaya Perubahan, Menghitung Biaya Kehancuran

Selanjutnya

Bahagia Hitungan Omzet, Kecut saat Lihat EPE

Piawai Bisnis

Piawai Bisnis

Platform Belajar Pengembangan Bisnis. Kami bukan sekedar berbagi ilmu, kami ingin menumbuhkan cara berpikir baru. Selamat datang di ruang belajar yang tidak menggurui.

Terkait Pos

Kenapa Paragon Begitu Kuat dalam People Development.

paragon
oleh Piawai Bisnis
27/11/2025
0

Di balik produk-produk yang akrab di meja rias jutaan perempuan Indonesia seperti Wardah, Emina, dan Make Over ada satu kekuatan yang jarang dibicarakan...

SelengkapnyaDetails

Ketika Pengusaha Lupa Menekan Tombol On/Off.

tombol on off
oleh Piawai Bisnis
26/11/2025
0

Pada fase awal, pengusaha sering menjadi segalanya sekaligus: pendiri, penggerak lapangan, pemasar, sekaligus direktur. Semua berjalan karena fokusnya satu dan...

SelengkapnyaDetails

Bisnis Hanya Tumbuh Sejauh Pemiliknya Mau Bertumbuh

pemiliknya bertumbuh
oleh Piawai Bisnis
05/11/2025
0

Ada satu kalimat yang mungkin terdengar sederhana, tapi menampar banyak pelaku usaha bisnis hanya tumbuh sejauh pemiliknya mau bertumbuh. Kalimat ini mudah...

SelengkapnyaDetails

Dilusi Saham. Ketika Kepemilikan Founder Menyusut Demi Pertumbuhan

dilusi saham
oleh Piawai Bisnis
30/10/2025
0

Dalam dunia bisnis, terutama di tahap-tahap awal pertumbuhan, ada satu momen yang sering membuat para founder terkejut, saat menyadari bahwa...

SelengkapnyaDetails

Bisnis Itu Maraton, Bukan Sprint

bisnis maraton
oleh Piawai Bisnis
27/10/2025
0

“Dalam bisnis, bukan yang paling cepat yang bertahan, tapi yang paling mampu menjaga keseimbangan antara ambisi dan ketepatan langkah.” -...

SelengkapnyaDetails

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Piawai Bisnis

Platform Belajar Pengembangan Bisnis. Kami bukan sekedar berbagi ilmu, kami ingin menumbuhkan cara berpikir baru. Selamat datang di ruang belajar yang tidak menggurui.

Kategori

  • Analisis (9)
  • Insight (71)
  • Kisah Kadir (23)
  • Tips Praktis (8)

Arsip

  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
  • Home
  • Insight
  • Tips Praktis
  • Kisah Kadir
  • Analisis
  • Store

© 2025 Piawai Bisnis - Platform Belajar Manajemen Bisnis.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?