• Masuk
Piawai Bisnis
Advertisement
  • Home
  • Insight
  • Tips Praktis
  • Kisah Kadir
  • Analisis
  • Store
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
  • Home
  • Insight
  • Tips Praktis
  • Kisah Kadir
  • Analisis
  • Store
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
Piawai Bisnis
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
Beranda Tips Praktis

Kontrol dan Evaluasi. Dua Fungsi Manajemen yang Paling Sering Terlupakan

Piawai Bisnis oleh Piawai Bisnis
20/09/2025
pada Tips Praktis
A A
0
kontrol dan evaluasi
0
Dibagikan
30
Dilihat

Di dunia bisnis, banyak pemilik usaha terjebak dalam kesibukan operasional sehari-hari. Mereka fokus pada penjualan, mengejar pelanggan, hingga menjaga produksi tetap berjalan. Namun di balik semua aktivitas itu, ada dua fungsi manajemen yang paling sering terlupakan kontrol dan evaluasi. 

Padahal, seperti pepatah manajemen, “Apa yang tidak diukur, tidak bisa dikelola. Apa yang tidak dievaluasi, tidak bisa diperbaiki.” Ungkapan ini sederhana, tetapi dampaknya nyata. Banyak bisnis yang potensial justru runtuh bukan karena produk yang buruk atau pasar yang tidak ramah, melainkan karena lemahnya pengendalian dan absennya evaluasi. 

Pertanyaannya, mengapa kontrol dan evaluasi begitu sering diabaikan? 

 

Budaya Bisnis yang Terjebak pada “Jalan Saja” 

Dalam banyak kasus, pelaku usaha terutama UMKM berjalan dengan prinsip asal jalan. Selama ada pelanggan, selama ada uang masuk, dianggap sudah cukup. Angka-angka keuangan tidak dicatat, laporan tidak dibuat, dan hasil kerja tidak pernah ditinjau kembali. 

Budaya ini lahir dari dua hal. Pertama, keyakinan bahwa kontrol dan evaluasi hanya cocok untuk perusahaan besar, bukan usaha kecil. Kedua, rasa puas terlalu cepat. Selama bisnis tampak berjalan, tidak ada dorongan untuk memeriksa apakah semuanya benar-benar sehat.

Akibatnya, banyak pemilik usaha tidak pernah tahu apakah produk mereka benar-benar untung, apakah biaya operasional terlalu besar, atau apakah strategi pemasaran efektif. Semua dibiarkan berjalan di atas perkiraan, bukan pada data. 

 

Mengukur vs Mengira-ngira 

Ada perbedaan mendasar antara mengukur dan mengira-ngira. Mengira-ngira hanya berdasarkan perasaan sepertinya penjualan bulan ini bagus, sepertinya pelanggan puas, sepertinya keuntungan cukup. Sedangkan mengukur berarti menempatkan angka nyata berapa unit terjual, berapa persen repeat order, berapa margin keuntungan setelah biaya operasional. 

Banyak bisnis runtuh karena terlalu lama mengandalkan perasaan. Contohnya, sebuah kafe kecil yang selalu ramai pengunjung ternyata akhirnya tutup karena kas terus minus. Pemiliknya baru sadar belakangan harga jual tidak sebanding dengan biaya operasional. 

Tanpa kontrol, kafe tersebut hidup dalam ilusi kesuksesan. Tanpa evaluasi, ia tidak pernah menemukan kesalahan harga yang sebenarnya bisa diperbaiki sejak awal. 

 

Kontrol Mengelola, Evaluasi Memperbaiki 

Dalam manajemen, kontrol adalah langkah pertama untuk memastikan rencana berjalan sesuai jalur. Seperti pilot yang tidak bisa menerbangkan pesawat tanpa panel instrumen, seorang pemilik usaha tidak bisa mengelola bisnis tanpa data yang terukur.

Namun, kontrol saja tidak cukup. Angka-angka yang terkumpul harus dievaluasi. Data perlu dibaca ulang, ditafsirkan, lalu dijadikan dasar untuk memperbaiki keputusan. Tanpa evaluasi, kontrol hanya berhenti sebagai catatan mati. 

Pemimpin bisnis yang piawai akan menjadikan evaluasi sebagai ritual penting. Ia tidak hanya melihat berapa hasil yang dicapai, tetapi juga bertanya mengapa hasil itu muncul, dan bagaimana cara memperbaikinya. 

Baca Juga :
Pak Anwar dan Makna Tanggung Jawab Sejati

 

Konsekuensi bagi Kepemimpinan 

Kontrol dan evaluasi bukan sekadar fungsi manajemen, melainkan juga cermin kepemimpinan. Pemimpin yang tidak terbiasa mengukur akan memimpin dengan asumsi. Ia mengambil keputusan hanya berdasarkan perasaan atau kebiasaan lama. 

Sebaliknya, pemimpin yang membiasakan diri dengan kontrol dan evaluasi akan lebih tenang dan terarah. Ia tahu apa yang bekerja, apa yang tidak, dan apa yang perlu disesuaikan. Ia tidak terjebak pada ilusi keberhasilan sesaat, melainkan fokus pada perbaikan berkelanjutan. 

Dalam dunia bisnis yang penuh ketidakpastian, kepemimpinan seperti ini yang membuat organisasi bertahan. Karena pada akhirnya, bukan siapa yang berlari paling cepat, melainkan siapa yang paling konsisten memperbaiki langkahnya.

Bisnis yang tidak dikontrol hanya akan berjalan, tapi bisnis yang dievaluasi akan berkembang. 

-SCU & MRP-

Tags: #operasional
Sebelumnya

Pak Anwar dan Makna Tanggung Jawab Sejati

Selanjutnya

Retain, Reallocate, dan Release. Cara Strategis Menjaga Kesehatan Organisasi

Piawai Bisnis

Piawai Bisnis

Platform Belajar Pengembangan Bisnis. Kami bukan sekedar berbagi ilmu, kami ingin menumbuhkan cara berpikir baru. Selamat datang di ruang belajar yang tidak menggurui.

Terkait Pos

Cara Menentukan Prioritas Kerja Seperti Profesional.

prioritas
oleh Piawai Bisnis
09/10/2025
0

Ada masa ketika hari-hari terasa begitu sibuk, namun hasilnya tidak sepadan. Semua terasa penting, semua tampak mendesak. Tapi di akhir...

SelengkapnyaDetails

Rahasia di Balik Laporan Kerja. Alat Evaluasi dan Navigasi Bisnis

laporan
oleh Piawai Bisnis
21/09/2025
0

“Kerja keras yang tidak tercatat, sering kali hilang begitu saja. Laporan kerja adalah cara sederhana agar usaha tidak lenyap, dan...

SelengkapnyaDetails

Retain, Reallocate, dan Release. Cara Strategis Menjaga Kesehatan Organisasi

kesehatan organisasi
oleh Piawai Bisnis
19/09/2025
0

Ada satu pertanyaan yang sering muncul dalam ruang diskusi kepemimpinan bagaimana cara menghadapi karyawan yang tidak kunjung berkembang, meski sudah dibimbing,...

SelengkapnyaDetails

Cara Membaca adalah Cara Memimpin

membaca
oleh Piawai Bisnis
08/09/2025
0

Membaca adalah jendela pengetahuan. Ungkapan ini sering kita dengar, namun realitasnya, jendela itu masih jarang benar-benar dibuka lebar oleh masyarakat...

SelengkapnyaDetails

7 Cara Mengubah Kegagalan Launching Produk Baru Menjadi Lompatan Besar

kegagalan launching
oleh Piawai Bisnis
06/09/2025
0

Hari itu seharusnya menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Berbulan-bulan tim menyiapkan konsep, mendesain produk, merancang kampanye digital, hingga memastikan distribusi berjalan...

SelengkapnyaDetails

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Piawai Bisnis

Platform Belajar Pengembangan Bisnis. Kami bukan sekedar berbagi ilmu, kami ingin menumbuhkan cara berpikir baru. Selamat datang di ruang belajar yang tidak menggurui.

Kategori

  • Analisis (9)
  • Insight (71)
  • Kisah Kadir (23)
  • Tips Praktis (8)

Arsip

  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
  • Home
  • Insight
  • Tips Praktis
  • Kisah Kadir
  • Analisis
  • Store

© 2025 Piawai Bisnis - Platform Belajar Manajemen Bisnis.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?