• Masuk
Piawai Bisnis
Advertisement
  • Home
  • Insight
  • Tips Praktis
  • Kisah Kadir
  • Analisis
  • Store
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
  • Home
  • Insight
  • Tips Praktis
  • Kisah Kadir
  • Analisis
  • Store
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
Piawai Bisnis
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
Beranda Insight

Perbedaan Loss dan Potential Loss.

Memahami Risiko dengan Lebih Jelas

Piawai Bisnis oleh Piawai Bisnis
22/09/2025
pada Insight
A A
0
potential loss
0
Dibagikan
10
Dilihat

 

“Bisnis bukan soal menghindari risiko, tapi soal mengelola risiko yang tepat sebelum berubah menjadi kerugian.” 

 

Kisah Kadir. Sibuk Memadamkan Api, Lupa Menutup Celah 

Kadir mengelola bisnis kuliner dengan beberapa cabang di kota kecil. Suatu hari, ia kaget melihat laporan keuangan: ada kerugian Rp25 juta akibat bahan baku busuk karena kulkas utama rusak. Ia langsung mengambil langkah cepat membeli kulkas baru, memperbaiki SOP penyimpanan, dan memantau stok harian.

Masalah selesai. 

Atau setidaknya, Kadir pikir begitu. 

Yang ia tidak sadari, ada risiko lain yang jauh lebih besar sistem pencatatannya masih manual dan belum terintegrasi antar cabang. Setiap kasir bekerja dengan format yang berbeda, sehingga rawan kesalahan pencatatan dan kebocoran penjualan. 

Tiga bulan kemudian, ketika melakukan audit internal, Kadir mendapati total kebocoran penjualan mencapai hampir Rp100 juta. Semua karena potential loss yang diabaikan celah kecil yang tidak ia lihat karena fokusnya hanya pada kerugian yang sudah terjadi.

 

Apa Itu Loss? 

Loss adalah kerugian yang sudah benar-benar terjadi. Sifatnya aktual, tercatat, dan langsung memengaruhi keuangan, aset, atau reputasi bisnis. 

Contoh di berbagai sektor: 

  • Manufaktur: Mesin produksi rusak akibat kelalaian operator, mengakibatkan biaya perbaikan Rp150 juta. 
  • Ritel: Stok barang rusak karena salah penempatan di gudang (senilai Rp30 juta). 
  • Jasa Keuangan: Klien gagal membayar pinjaman, membuat piutang macet Rp500 juta. 
  • Teknologi: Server utama terkena serangan siber, mengakibatkan downtime dan hilangnya pelanggan premium. 

Loss adalah “api” yang sudah menyala. Tidak bisa dihapuskan, tapi bisa dipadamkan dan dicegah agar tidak membesar.

 

Apa Itu Potential Loss? 

Potential loss adalah kerugian yang belum terjadi, tetapi bisa muncul jika risiko tertentu tidak ditangani. Bedanya dengan loss, potential loss bersifat spekulatif namun realistis dan jika diabaikan, bisa merusak bisnis secara serius. 

Contoh di berbagai sektor: 

  • Manufaktur: Tidak memiliki pemasok cadangan untuk bahan baku utama. Jika pemasok utama bermasalah, produksi akan berhenti. 
  • Ritel: Tidak memiliki sistem pengamanan stok yang memadai di gudang. Potensi pencurian atau kerusakan sangat tinggi. 
  • Jasa Keuangan: Tidak memeriksa kelayakan kredit nasabah baru secara menyeluruh, berpotensi menyebabkan lonjakan kredit macet di masa depan. 
  • Teknologi: Tidak memiliki backup data pelanggan, sehingga risiko kehilangan data sangat besar jika terjadi kegagalan sistem. 

Potential loss adalah “api” yang belum terlihat, tapi asapnya sudah tercium. 

 

Tabel Perbandingan Loss vs Potential Loss 

Aspek  Loss  Potential Loss 
Status  Sudah terjadi  Belum terjadi 
Dampak Keuangan  Tercatat & nyata  Perkiraan, belum pasti 
Aksi yang Diperlukan  Pemulihan (recovery)  Pencegahan (mitigation) 
Relevansi Bisnis  Evaluasi & perbaikan  Perencanaan & proteksi 

 

Dampak Jangka Panjang 

  • Loss yang berulang membuat arus kas bocor dan melemahkan daya tahan keuangan. 
  • Potential loss yang diabaikan dapat menjadi kerugian besar yang tak terprediksi, menghancurkan reputasi dan membuat bisnis kehilangan kepercayaan pasar. 

Dalam banyak kasus, perusahaan yang sukses bukanlah yang paling jarang mengalami loss, melainkan yang paling cepat mengantisipasi potential loss.

  

Strategi Mengelola Loss & Potential Loss 

1. Audit Risiko Secara Berkala

Buat daftar risiko yang sudah pernah terjadi dan potensi risiko yang mungkin terjadi di tiap area bisnis. 

2. Bedakan Penanganan 

  • Loss → fokus pada recovery, evaluasi penyebab, dan perbaikan SOP. 
  • Potential loss → fokus pada mitigation, menutup celah sebelum kerugian nyata muncul. 

3. Gunakan Skenario “What-If” 

Latih tim untuk bertanya: “Kalau hal ini terjadi, apa dampaknya dan bagaimana kita siap menghadapinya?” 

4. Buat Prioritas 

Tidak semua risiko bisa diatasi sekaligus. Urutkan berdasarkan dampak terbesar dan kemungkinan terjadinya. 

5. Integrasikan dengan Perencanaan Bisnis 

Setiap rencana ekspansi, inovasi produk, atau penghematan biaya harus melalui penilaian risiko terlebih dahulu. 

 

Jangan Tunggu Rugi, Baru Bergerak 

Kadir belajar dengan cara yang mahal. Ia sadar, kerugian yang terlihat di laporan keuangan hanyalah puncak gunung es. Bagian yang lebih besar potential loss sering tersembunyi di bawah permukaan, menunggu waktu untuk menghantam. 

Mengenali loss membuat kita sadar akan kelemahan yang sudah ada. Tapi mengenali potential loss adalah tanda kecerdasan strategis kemampuan melihat masalah sebelum ia benar-benar terjadi. 

 

Pertanyaannya sekarang: 

Apakah bisnis yang sedang dijalankan sudah memiliki daftar potential loss yang dimitigasi secara aktif? Atau masih menunggu sampai kerugiannya tercatat di laporan keuangan? 

 

-SCU & MRP-

 

Tags: #operasional
Sebelumnya

Kopi, Obrolan, dan Visi yang Menyalakan Semangat

Selanjutnya

Kadir dan Pelajaran “Lepas Tangan” yang Terlalu Cepat

Piawai Bisnis

Piawai Bisnis

Platform Belajar Pengembangan Bisnis. Kami bukan sekedar berbagi ilmu, kami ingin menumbuhkan cara berpikir baru. Selamat datang di ruang belajar yang tidak menggurui.

Terkait Pos

Kenapa Paragon Begitu Kuat dalam People Development.

paragon
oleh Piawai Bisnis
27/11/2025
0

Di balik produk-produk yang akrab di meja rias jutaan perempuan Indonesia seperti Wardah, Emina, dan Make Over ada satu kekuatan yang jarang dibicarakan...

SelengkapnyaDetails

Ketika Pengusaha Lupa Menekan Tombol On/Off.

tombol on off
oleh Piawai Bisnis
26/11/2025
0

Pada fase awal, pengusaha sering menjadi segalanya sekaligus: pendiri, penggerak lapangan, pemasar, sekaligus direktur. Semua berjalan karena fokusnya satu dan...

SelengkapnyaDetails

Bisnis Hanya Tumbuh Sejauh Pemiliknya Mau Bertumbuh

pemiliknya bertumbuh
oleh Piawai Bisnis
05/11/2025
0

Ada satu kalimat yang mungkin terdengar sederhana, tapi menampar banyak pelaku usaha bisnis hanya tumbuh sejauh pemiliknya mau bertumbuh. Kalimat ini mudah...

SelengkapnyaDetails

Dilusi Saham. Ketika Kepemilikan Founder Menyusut Demi Pertumbuhan

dilusi saham
oleh Piawai Bisnis
30/10/2025
0

Dalam dunia bisnis, terutama di tahap-tahap awal pertumbuhan, ada satu momen yang sering membuat para founder terkejut, saat menyadari bahwa...

SelengkapnyaDetails

Bisnis Itu Maraton, Bukan Sprint

bisnis maraton
oleh Piawai Bisnis
27/10/2025
0

“Dalam bisnis, bukan yang paling cepat yang bertahan, tapi yang paling mampu menjaga keseimbangan antara ambisi dan ketepatan langkah.” -...

SelengkapnyaDetails

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Piawai Bisnis

Platform Belajar Pengembangan Bisnis. Kami bukan sekedar berbagi ilmu, kami ingin menumbuhkan cara berpikir baru. Selamat datang di ruang belajar yang tidak menggurui.

Kategori

  • Analisis (9)
  • Insight (71)
  • Kisah Kadir (23)
  • Tips Praktis (8)

Arsip

  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
  • Home
  • Insight
  • Tips Praktis
  • Kisah Kadir
  • Analisis
  • Store

© 2025 Piawai Bisnis - Platform Belajar Manajemen Bisnis.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?