• Masuk
Piawai Bisnis
Advertisement
  • Home
  • Insight
  • Tips Praktis
  • Kisah Kadir
  • Analisis
  • Store
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
  • Home
  • Insight
  • Tips Praktis
  • Kisah Kadir
  • Analisis
  • Store
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
Piawai Bisnis
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
Beranda Kisah Kadir

Percepatan yang Menghentikan Segalanya

Pelajaran Pahit dari Abdul

Piawai Bisnis oleh Piawai Bisnis
12/08/2025
pada Kisah Kadir
A A
0
percepatan
0
Dibagikan
6
Dilihat

Abdul adalah teman lama Kadir. 

Kalau Kadir mengelola bisnis kuliner, Abdul bermain di dunia pengadaan barang dari alat tulis kantor, peralatan elektronik, hingga furnitur untuk instansi dan perusahaan swasta.      

Abdul punya reputasi sebagai sosok yang cepat. Cepat menangkap peluang, cepat memutuskan, cepat mengeksekusi. Dalam dua tahun terakhir, usahanya melaju mulus. Pelanggan tetapnya mencakup sekolah-sekolah, kantor pemerintahan daerah, dan perusahaan menengah. Pesanan datang rutin, arus kas lancar, dan reputasinya terjaga karena dua hal: tepat waktu dan sesuai spesifikasi. 

Kecepatan itu membawanya menanjak dengan luar biasa. Rekan-rekannya kagum, para pesaingnya mulai waspada. Abdul seperti lokomotif yang melaju tanpa rem setiap tender disikat, setiap peluang disambar, setiap proyek diselesaikan dengan tempo memukau. 

Hingga suatu hari, “gelombang emas” itu datang. 

Seorang kenalan lama menghubungkannya dengan panitia lelang di sebuah kementerian untuk proyek pengadaan komputer senilai ratusan juta rupiah. Belum sempat proposal rampung, masuk lagi tawaran lain pengadaan peralatan laboratorium untuk universitas negeri, meubel untuk kantor pusat BUMN, dan alat kesehatan untuk rumah sakit daerah. 

Jika semua proyek itu dijumlahkan, nilainya hampir sepuluh kali lipat omzet tahunan Abdul. Ia merasa seperti pembalap yang tiba-tiba melihat jalan tol kosong di depannya. 

“Kalau semua ini diambil, aku langsung naik kelas. Bisa sejajar dengan vendor-vendor besar,” batinnya. 

Ia menginjak gas tanpa ragu. Perusahaannya mendaftar untuk semua lelang. Pinjaman ke investor diajukan. Kontrak demi kontrak ditandatangani. Gudang diperluas, tim pembelian ditambah, dan vendor-vendor baru langsung dipesan barangnya tanpa terlalu memeriksa kualitas atau rekam jejak. 

Bulan-bulan pertama seperti mimpi. Truk keluar masuk gudang. Foto pengiriman bertebaran di media sosial. Tim sibuk, omzet melesat. Semua orang yang melihat pasti mengira Abdul sedang berada di puncak kariernya. 

Namun, laju tinggi mulai menunjukkan getaran. 

  • Barang salah spesifikasi karena vendor baru tak paham detail tender. 
  • Pengiriman terlambat akibat stok impor tertahan di pelabuhan. 
  • Pembayaran dari klien besar tertunda berbulan-bulan karena verifikasi administrasi. 
  • Modal kerja seret, sementara cicilan ke investor tetap berjalan. 

Awalnya, masalah-masalah itu dianggap “wajar” dalam proses tumbuh cepat. Abdul yakin, yang penting volume naik nanti masalah bisa dibereskan sambil jalan. 

Tapi di balik kontrak yang menjanjikan, tersembunyi jebakan. Pemasok utama tak sanggup memenuhi volume pesanan. Tim internal kelabakan, uang muka dari klien habis untuk biaya operasional, dan tenggat waktu terus mendekat. Titik-titik lemah yang selama ini tersembunyi mulai terbuka sistem kontrol yang lemah, manajemen kas yang rapuh, dan ketergantungan berlebihan pada segelintir pemasok. 

Abdul mencoba menambal semua masalah dengan cara yang ia tahu yakni bergerak lebih cepat. Meminjam ke sana-sini, menambah jam kerja tim, bahkan menandatangani kontrak baru untuk menutupi kerugian yang lama. Tapi seperti seseorang yang tenggelam, ia justru berenang lebih panik dan semakin lelah. 

Puncaknya, satu proyek besar terkena penalti karena gagal memenuhi tenggat waktu. Reputasi Abdul mulai retak. Klien lama protes, kontrak rutin dibatalkan, dan timnya kelelahan. 

Enam bulan sejak ia tancap gas, bisnisnya yang dulu sehat berubah menjadi beban. Abdul terpaksa menjual kendaraan operasional, menutup sebagian gudang, dan memutus kontrak kerja staf. 

Suatu sore, ia berdiri di gudang yang kini setengah kosong. Tumpukan kardus belum terkirim menatapnya seperti pengingat kegagalan.

“Kupikir ini percepatan,” gumamnya pelan. “Ternyata ini rem mendadak yang bikin mobil usaha berhenti total.” 

Pelajaran itu menancap dalam. Kini, Abdul hanya mengambil tender yang sesuai kapasitas modal, tim, dan jaringan. Ia menolak proyek yang terlalu besar risikonya, meski nilainya menggiurkan. 

Karena di dunia pengadaan barang, ia tahu satu hal ngegas yang berlebihan bisa membuat kita kehilangan semua roda dan tak bisa jalan lagi.

-SCU & MRP-

Tags: #strategi
Sebelumnya

Obat Murah untuk 80% Masalah Bisnis Anda, Disiplin!

Selanjutnya

Kadir, Kebijakan, dan Kebijaksanaan

Piawai Bisnis

Piawai Bisnis

Platform Belajar Pengembangan Bisnis. Kami bukan sekedar berbagi ilmu, kami ingin menumbuhkan cara berpikir baru. Selamat datang di ruang belajar yang tidak menggurui.

Terkait Pos

Cepat Ramai, Cepat Hilang

cepat ramai
oleh Piawai Bisnis
21/09/2025
0

Di suatu pagi yang biasanya penuh semangat, Kadir justru termenung di ruang kerjanya. Angka-angka penjualan bulan itu terpampang jelas di...

SelengkapnyaDetails

Pak Anwar dan Makna Tanggung Jawab Sejati

tanggung jawab
oleh Piawai Bisnis
12/09/2025
0

Di ruang rapat sederhana yang hari itu disulap menjadi aula kecil, seluruh karyawan berkumpul. Suasana hangat terasa saat Kadir, direktur...

SelengkapnyaDetails

Saya Tidak Pernah Memecat Karyawan.

memecat
oleh Piawai Bisnis
28/08/2025
0

Malam itu, Kadir menerima undangan istimewa. RT sebelah sedang merayakan HUT Republik Indonesia ke-80. Tidak seperti RT kebanyakan, komplek ini...

SelengkapnyaDetails

Clarity is kindness.

clarity
oleh Piawai Bisnis
28/08/2025
0

Seandainya orang bisa membaca pikiran, Kadir mungkin tak perlu repot-repot menjelaskan panjang lebar. Tak perlu memberi arahan detail. Tak perlu...

SelengkapnyaDetails

Senyum Tulus, Layanan Berkelas: Pelajaran Bisnis dari BCA

senyum
oleh Piawai Bisnis
26/08/2025
0

Suatu pagi, Abdul kembali mengantar anaknya ke cabang BCA. Ini sudah yang kedua kalinya dalam sebulan. Aktivasi mobile banking anaknya...

SelengkapnyaDetails

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Piawai Bisnis

Platform Belajar Pengembangan Bisnis. Kami bukan sekedar berbagi ilmu, kami ingin menumbuhkan cara berpikir baru. Selamat datang di ruang belajar yang tidak menggurui.

Kategori

  • Analisis (9)
  • Insight (71)
  • Kisah Kadir (23)
  • Tips Praktis (8)

Arsip

  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
  • Home
  • Insight
  • Tips Praktis
  • Kisah Kadir
  • Analisis
  • Store

© 2025 Piawai Bisnis - Platform Belajar Manajemen Bisnis.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?