• Masuk
Piawai Bisnis
Advertisement
  • Home
  • Insight
  • Tips Praktis
  • Kisah Kadir
  • Analisis
  • Store
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
  • Home
  • Insight
  • Tips Praktis
  • Kisah Kadir
  • Analisis
  • Store
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
Piawai Bisnis
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
Beranda Tips Praktis

Retain, Reallocate, dan Release. Cara Strategis Menjaga Kesehatan Organisasi

Piawai Bisnis oleh Piawai Bisnis
19/09/2025
pada Tips Praktis
A A
0
kesehatan organisasi
0
Dibagikan
34
Dilihat

Ada satu pertanyaan yang sering muncul dalam ruang diskusi kepemimpinan bagaimana cara menghadapi karyawan yang tidak kunjung berkembang, meski sudah dibimbing, diberi ruang, bahkan dipindahkan posisinya?

Pertanyaan ini sederhana, namun jawabannya jarang mudah. Seorang leader bisa menumbuhkan inisiatif, bisa memberi dukungan, tapi tidak bisa memaksa setiap orang berubah sesuai harapan. Pada titik tertentu, pemimpin perlu mengambil keputusan yang lebih strategis apakah karyawan itu dipertahankan (retain), ditempatkan ulang (reallocate), atau justru dilepas (release). 

Konsep ini mungkin terdengar keras, tetapi sesungguhnya adalah bagian penting dari menjaga kesehatan organisasi. Sama halnya seperti tubuh manusia tidak semua sel bisa terus hidup selamanya, ada yang tumbuh, ada yang mati, ada yang digantikan dengan yang baru. Organisasi pun demikian. 

 

Kisah Kadir: Antara Loyalitas dan Tuntutan Baru 

Kadir, seorang pengusaha kuliner yang memulai bisnis dari warung tenda di pinggir jalan, kini telah memiliki beberapa cabang restoran. Perjalanan panjang ini tidak ditempuh sendirian. Ada beberapa karyawan yang setia menemaninya sejak awal, termasuk Pak Budi salah satu orang kepercayaannya. 

Pak Budi sudah bersama Kadir lebih dari 10 tahun. Ia ada ketika warung masih sederhana, ikut berjibaku saat pelanggan mulai ramai, dan menjadi saksi ketika usaha berkembang. Loyalitasnya tak perlu diragukan. Namun masalah muncul ketika bisnis tumbuh semakin besar. 

Restoran Kadir kini menuntut karyawan yang bisa lebih inisiatif, mampu membaca situasi, dan cepat mengambil keputusan kecil tanpa menunggu instruksi. Tetapi Pak Budi tetap bekerja dengan pola lama. Ia baru bergerak setelah diberi perintah detail. Hal-hal sederhana seperti menambah stok bumbu saat hampir habis, atau menata ulang meja ketika pelanggan ramai, sering terlewat. 

Kadir mencoba berbagai cara. Ia memberi pelatihan, mendampingi langsung, bahkan memindahkan Pak Budi ke beberapa posisi dari kasir, ke dapur, lalu ke logistik. Namun hasilnya tetap sama: inisiatif rendah, ritme lambat, dan akhirnya justru membebani tim yang lain. 

Kadir pun dihadapkan pada keputusan sulit mempertahankan karyawan lama yang penuh loyalitas, atau melepaskan demi kelancaran bisnis yang terus berkembang. 

 

Retain – Pertahankan yang Masih Bernilai  

Tidak semua posisi dalam organisasi membutuhkan tingkat inisiatif yang tinggi. Dalam bisnis kuliner, ada banyak pekerjaan yang justru lebih membutuhkan konsistensi dan ketelitian. Misalnya, menjaga standar resep agar rasa tidak berubah, mencatat transaksi dengan rapi, atau melayani pelanggan dengan sikap ramah yang konsisten setiap hari. 

Di titik inilah konsep retain berlaku. Bila seorang karyawan meskipun minim inisiatif, masih memberi nilai nyata dan relevan, maka mempertahankannya bisa menjadi pilihan bijak. Dalam kasus Kadir, bila Pak Budi masih mampu menjaga kualitas rasa masakan sesuai standar, mungkin posisinya bisa dipertahankan dengan syarat jelas dan ekspektasi terbatas. 

Namun pertanyaannya apakah nilai itu masih relevan dengan arah bisnis yang sedang berkembang? Loyalitas memang penting, tetapi loyalitas saja tidak cukup untuk menopang perusahaan yang sedang naik kelas. 

 

Reallocate – Tempatkan di Posisi yang Tepat  

Sering kali, masalahnya bukan pada individu, melainkan pada posisi yang ditempati. Ada karyawan yang tampak pasif di satu peran, namun bersinar ketika diberi tugas yang lebih sesuai dengan karakternya. 

Konsep reallocate berarti menempatkan orang pada posisi yang tepat. Dalam bisnis kuliner, seseorang yang canggung menghadapi pelanggan bisa jadi sangat teliti dalam urusan dapur. Atau sebaliknya, karyawan yang kurang rapi di administrasi bisa jadi piawai dalam melayani meja. 

Kadir sempat mencoba opsi ini. Pak Budi dipindahkan ke beberapa posisi berbeda, dari kasir ke dapur, lalu ke logistik. Namun ternyata, di semua posisi itu hasilnya tetap tidak signifikan. Potensi yang dulu kuat, kini terasa tertinggal dibanding ritme organisasi yang semakin cepat dan modern. 

Reallocate adalah seni membaca potensi manusia. Tapi jika setelah dicoba berkali-kali tetap tidak ada kecocokan, maka pemimpin harus berani melangkah ke opsi berikutnya. 

 

Release – Berani Melepas demi Kesehatan Tim  

Inilah pilihan yang paling sulit, sekaligus yang paling menentukan kesehatan organisasi. Setelah semua upaya ditempuh pelatihan, bimbingan, pemindahan posisi dan tetap tidak ada perubahan, maka keputusan melepaskan harus diambil. 

Kadir akhirnya memilih release. Ia melepas Pak Budi dengan cara yang terhormat memberi kompensasi yang layak, menyampaikan terima kasih atas dedikasinya, bahkan membantu mencarikan peluang kerja di usaha kuliner lain yang lebih sederhana. 

Keputusan ini sempat membuat Kadir gelisah. Ia merasa bersalah, karena Pak Budi adalah orang lama yang sangat setia. Tetapi seiring waktu, ia sadar bahwa mempertahankan seseorang yang tidak lagi sejalan justru bisa merugikan tim lain. 

Tim yang lain bisa kehilangan motivasi bila melihat ada rekan kerja yang terus dipertahankan meski tidak berkembang. Ritme kerja melambat, target bisnis terganggu, dan akhirnya kredibilitas kepemimpinan ikut dipertanyakan.

Release bukanlah bentuk kegagalan, melainkan kedewasaan manajerial. Ini bukan sekadar “memecat”, tetapi memberi kesempatan bagi individu tersebut untuk menemukan tempat yang lebih cocok bagi dirinya di luar organisasi.

 

Analogi Portofolio dalam Investasi 

Strategi retain, reallocate, release ini bisa dianalogikan dengan pengelolaan portofolio investasi. 

  • Retain ibarat mempertahankan saham yang masih memberi dividen stabil. 
  • Reallocate mirip dengan memindahkan modal ke instrumen lain yang lebih menjanjikan sesuai kondisi pasar. 
  • Release sama seperti menjual aset yang tidak lagi produktif, agar modal bisa digunakan untuk investasi baru yang lebih menguntungkan. 

Seorang investor bijak tahu kapan harus menahan, kapan harus memindahkan, dan kapan harus menjual. Begitu pula seorang leader dalam mengelola tim. 

Baca Juga :
Kontrol dan Evaluasi. Dua Fungsi Manajemen yang Paling Sering Terlupakan.

 

Menjaga Kesehatan Organisasi 

Organisasi yang sehat tidak hanya ditandai oleh sistem yang rapi atau target yang tercapai. Kesehatan organisasi juga ditentukan oleh keberanian pemimpin menempatkan orang di posisi yang tepat, serta ketegasan melepas bila sudah tidak cocok. 

Kadir belajar bahwa menjaga kesehatan tim tidak selalu berarti menjaga semua orang tetap di dalam. Ada kalanya, justru dengan melepas satu orang, seluruh tim menjadi lebih ringan, lebih kompak, dan lebih termotivasi. 

Inilah inti kepemimpinan: menciptakan ruang bagi pertumbuhan, memberi dukungan adil bagi setiap orang, lalu memastikan yang tepat ada di tempat yang tepat. Dan ketika semua usaha sudah dilakukan namun tidak berhasil, pemimpin harus memilih keputusan yang sulit demi keberlangsungan organisasi. 

Pada akhirnya, keberanian seorang leader diukur bukan hanya dari cara ia mengembangkan orang, tetapi juga dari kemampuannya menjaga organisasi tetap sehat. Karena organisasi yang sehat adalah syarat utama bagi bisnis untuk terus bertumbuh. 

-SCU & MRP-

 

Tags: #operasional
Sebelumnya

Kontrol dan Evaluasi. Dua Fungsi Manajemen yang Paling Sering Terlupakan

Selanjutnya

Cepat Ramai, Cepat Hilang

Piawai Bisnis

Piawai Bisnis

Platform Belajar Pengembangan Bisnis. Kami bukan sekedar berbagi ilmu, kami ingin menumbuhkan cara berpikir baru. Selamat datang di ruang belajar yang tidak menggurui.

Terkait Pos

Cara Menentukan Prioritas Kerja Seperti Profesional.

prioritas
oleh Piawai Bisnis
09/10/2025
0

Ada masa ketika hari-hari terasa begitu sibuk, namun hasilnya tidak sepadan. Semua terasa penting, semua tampak mendesak. Tapi di akhir...

SelengkapnyaDetails

Rahasia di Balik Laporan Kerja. Alat Evaluasi dan Navigasi Bisnis

laporan
oleh Piawai Bisnis
21/09/2025
0

“Kerja keras yang tidak tercatat, sering kali hilang begitu saja. Laporan kerja adalah cara sederhana agar usaha tidak lenyap, dan...

SelengkapnyaDetails

Kontrol dan Evaluasi. Dua Fungsi Manajemen yang Paling Sering Terlupakan

kontrol dan evaluasi
oleh Piawai Bisnis
20/09/2025
0

Di dunia bisnis, banyak pemilik usaha terjebak dalam kesibukan operasional sehari-hari. Mereka fokus pada penjualan, mengejar pelanggan, hingga menjaga produksi...

SelengkapnyaDetails

Cara Membaca adalah Cara Memimpin

membaca
oleh Piawai Bisnis
08/09/2025
0

Membaca adalah jendela pengetahuan. Ungkapan ini sering kita dengar, namun realitasnya, jendela itu masih jarang benar-benar dibuka lebar oleh masyarakat...

SelengkapnyaDetails

7 Cara Mengubah Kegagalan Launching Produk Baru Menjadi Lompatan Besar

kegagalan launching
oleh Piawai Bisnis
06/09/2025
0

Hari itu seharusnya menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Berbulan-bulan tim menyiapkan konsep, mendesain produk, merancang kampanye digital, hingga memastikan distribusi berjalan...

SelengkapnyaDetails

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Piawai Bisnis

Platform Belajar Pengembangan Bisnis. Kami bukan sekedar berbagi ilmu, kami ingin menumbuhkan cara berpikir baru. Selamat datang di ruang belajar yang tidak menggurui.

Kategori

  • Analisis (9)
  • Insight (71)
  • Kisah Kadir (23)
  • Tips Praktis (8)

Arsip

  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
  • Home
  • Insight
  • Tips Praktis
  • Kisah Kadir
  • Analisis
  • Store

© 2025 Piawai Bisnis - Platform Belajar Manajemen Bisnis.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?