Semua orang ingin mengubah sesuatu.
Ada yang ingin bisnisnya lebih tertib.
Ada yang ingin timnya lebih disiplin.
Ada yang ingin sistemnya berjalan otomatis.
Ada juga yang ingin “membangun budaya perusahaan yang kuat.”
Tapi hampir tak ada yang ingin memulai dari tempat yang paling dekat, diri sendiri.
“Everyone thinks of changing the world, but no one thinks of changing himself.”
— Leo Tolstoy
Kutipan itu terdengar sederhana. Tapi kalau direnungkan, justru di situlah letak tantangannya.
…
Kita sering berpikir perubahan butuh strategi. Butuh SOP. Butuh teknologi. Butuh struktur organisasi.
Padahal seringkali yang dibutuhkan pertama kali adalah keberanian untuk berhenti menunjuk keluar, dan mulai bercermin.
Karena sistem tak akan bekerja bila pemimpinnya masih inkonsisten. Karena tim tak akan dewasa bila pemimpinnya belum bisa melepaskan kendali. Karena budaya kerja tak akan terbentuk bila tidak ada teladan nyata di depan mata.
Seorang klien kami pernah berkata, “Saya sudah bikin semuanya, SOP, target, software. Tapi kenapa tim saya tetap nggak jalan?”
Kami tidak langsung membongkar sistemnya. Kami mulai dari yang paling mendasar, bagaimana cara ia hadir sebagai pemimpin di tengah timnya.
Ternyata, SOP-nya lengkap. Tapi cara ia bersikap justru bertolak belakang.
Ia meminta tim on-time, tapi ia sendiri sering telat.
Ia ingin tim terbuka, tapi sulit menerima masukan.
Ia ingin sistem berjalan, tapi terus mencampuri detail kecil yang sudah didelegasikan.
Bukan sistemnya yang salah. Tapi dirinya belum siap memberi ruang bagi sistem itu untuk hidup.
…
Dalam dunia bisnis, perubahan tidak dimulai dari cetakan dokumen. Tapi dari keputusan kecil yang dilakukan konsisten oleh orang pertama yang bersedia berubah.
Itulah yang membuat filosofi Leo Tolstoy relevan hingga hari ini. Karena bisnis, sejatinya, tidak dibangun oleh sistem semata. Tapi oleh manusia yang menyadari perannya, lalu bertumbuh di dalamnya.
…
Kalau hari ini sistem di tempatmu belum berjalan…
Kalau tim belum berkembang sebagaimana mestinya…
Kalau arah terasa samar dan kamu merasa terus mengulang masalah yang sama…
Mungkin ini saatnya berhenti sejenak. Bukan untuk menyusun strategi baru. Tapi untuk melihat, apakah diri ini sudah menjadi pemimpin yang layak ditiru?
…
Perubahan tak harus dimulai dari hal besar.
Kadang cukup dari satu keberanian untuk membenahi cara hadir, cara mendengar, cara memutuskan.
Karena perubahan sejati… bukan sekadar rencana.
Tapi kebiasaan yang dibentuk dari dalam.
…
Di Piawai Bisnis, kami percaya ” Bisnis yang sehat tidak tumbuh dari sistem yang kaku. Tapi dari manusia yang sadar arah dan bersedia bertumbuh.” Kalau kamu sedang mencari tempat untuk mulai berubah, mungkin bukan strategi yang perlu dibenahi. Tapi cermin yang perlu dibersihkan.
-SCU & MRP-





