• Masuk
Piawai Bisnis
Advertisement
  • Home
  • Insight
  • Tips Praktis
  • Kisah Kadir
  • Analisis
  • Store
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
  • Home
  • Insight
  • Tips Praktis
  • Kisah Kadir
  • Analisis
  • Store
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
Piawai Bisnis
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
Beranda Insight

Tujuan Utama Bisnis Bukan Profit, Melainkan Menciptakan Pelanggan

Piawai Bisnis oleh Piawai Bisnis
01/09/2025
pada Insight
A A
0
menciptakan pelanggan
0
Dibagikan
21
Dilihat

Peter Drucker, sang bapak manajemen modern, pernah berkata dengan tajam:

“Tujuan bisnis adalah menciptakan pelanggan, dan sebagian besar waktu digunakan untuk hal ini. Laba dan profit bukan tidak penting, bahkan profit merupakan indikator keberhasilan kinerja bisnis.” 

Kalimat ini sederhana, tetapi menyimpan sebuah pergeseran paradigma yang sering luput dipahami banyak pemilik usaha. Sebab, di balik hiruk-pikuk laporan keuangan, target penjualan, dan hitungan margin, ada sesuatu yang lebih fundamental yakni siapa yang benar-benar dilayani oleh bisnis itu?

…

Mengapa Banyak Bisnis Tersesat di Angka Profit?

Dalam praktik sehari-hari, tidak sedikit pemilik bisnis menempatkan profit sebagai tujuan utama. Fokus utamanya adalah bagaimana menambah angka pendapatan, menaikkan margin, dan menekan biaya. Semua itu sah, bahkan wajar. Tapi seringkali, obsesi pada profit justru membuat bisnis kehilangan arah. 

Bayangkan sebuah restoran baru yang dibuka dengan investasi besar. Pemiliknya langsung mematok harga tinggi karena berharap cepat balik modal. Ia rela mengurangi kualitas bahan baku demi margin lebih besar. Hasilnya? Mungkin sebulan-dua bulan awal profit tampak menjanjikan. Tapi setelah itu? Pelanggan tak lagi datang. Restoran yang awalnya ramai mendadak sepi. 

Kasus seperti ini sering terjadi karena pemilik bisnis keliru menempatkan profit sebagai tujuan, bukan hasil. Padahal, seperti kata Drucker, profit hanyalah indikator keberhasilan, bukan sumber utama kehidupan bisnis. 

pelanggan

Menciptakan Pelanggan adalah Makna yang Lebih Dalam 

Apa artinya menciptakan pelanggan? 

Pelanggan bukan sekadar orang yang membeli produk satu kali. Pelanggan adalah orang yang kembali lagi, merekomendasikan bisnis Anda kepada orang lain, dan merasa hidupnya lebih baik karena apa yang Anda tawarkan. 

Menciptakan pelanggan berarti: 

1. Mengidentifikasi kebutuhan nyata. Bisnis yang bertahan lama selalu berangkat dari kebutuhan yang konkret. Bukan sekadar menjual apa yang bisa dibuat, melainkan menyediakan solusi bagi masalah nyata di lapangan. 

2. Membangun pengalaman yang berkesan. Produk yang bagus saja tidak cukup. Interaksi dengan pelanggan mulai dari pelayanan, komunikasi, hingga suasana menjadi bagian penting dari pengalaman yang membuat mereka mau kembali. 

3. Menumbuhkan loyalitas. Loyalitas pelanggan bukan muncul dari iklan besar-besaran, melainkan dari konsistensi memenuhi janji dan memperlakukan pelanggan dengan hormat. 

Contohnya bisa kita lihat pada Apple. Orang membeli iPhone bukan sekadar karena spesifikasinya. Ada pengalaman, ekosistem, dan perasaan “menjadi bagian” yang membuat pelanggan setia bahkan rela antre berjam-jam di hari peluncuran. 

…

Profit Sebagai Indikator, Bukan Tujuan

Mengikuti Drucker, profit memang penting. Tanpa profit, bisnis tidak bisa berkelanjutan. Tapi mari kita letakkan profit di tempat yang tepat sebagai hasil dari penciptaan pelanggan yang berhasil. 

Profit ibarat laporan kesehatan. Jika tubuh dirawat dengan baik makan seimbang, olahraga, istirahat cukup maka indikator kesehatan seperti tekanan darah dan kadar gula akan normal. Tetapi jika seseorang hanya mengejar angka sehat di laporan medis tanpa benar-benar menjaga pola hidup, hasilnya semu. 

Begitu juga dengan bisnis. Profit adalah tanda bahwa strategi penciptaan pelanggan berjalan dengan baik. Jika pelanggan puas, mereka akan datang kembali. Jika pelanggan loyal, mereka akan merekomendasikan. Dari situlah profit muncul secara konsisten. 

…

Studi Kasus Bisnis yang Fokus pada Pelanggan

1. Starbucks

Starbucks tidak menjual kopi semata. Mereka menciptakan pelanggan dengan menghadirkan “tempat ketiga” bukan rumah, bukan kantor di mana orang bisa merasa nyaman. Harga kopinya relatif tinggi, tetapi pelanggan rela membayar karena pengalaman yang ditawarkan. Profit yang stabil adalah indikator keberhasilan strategi itu. 

2. Gojek

Awalnya, Gojek hanya aplikasi sederhana untuk memesan ojek. Tapi fokusnya bukan sekadar transaksi transportasi. Gojek berupaya memahami kebutuhan masyarakat urban akan kemudahan. Dari sana lahir layanan GoFood, GoSend, hingga GoPay. Hasilnya? Gojek bukan hanya punya pengguna, tetapi menciptakan pelanggan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. 

3. Klinik Kecantikan Lokal

Ambil contoh klinik kecantikan premium di kota kecil. Banyak klinik lain menawarkan diskon besar-besaran demi menarik pasien. Tapi ada satu klinik yang memilih fokus pada edukasi, konsultasi personal, dan pelayanan pasca-perawatan. Mereka tidak berlomba-lomba murah, tetapi membangun hubungan personal dengan pasien. Hasilnya? Pasien tidak hanya datang sekali, tapi kembali dan merekomendasikan ke teman.  Profit klinik itu lebih stabil meski tanpa diskon besar. 

…

Tantangan Menggeser Fokus Tim dari Profit ke Pelanggan 

Secara konsep, banyak pemilik bisnis setuju dengan Drucker. Namun dalam praktik, tim sering tetap terjebak mengejar angka. Sales diberi target ketat, marketing didorong untuk “mengejar lead sebanyak-banyaknya,” dan operasional ditekan menekan biaya. Semua itu membuat pelanggan hanya dipandang sebagai angka, bukan manusia. 

Apa dampaknya? Pelanggan merasa tidak dihargai. Produk bisa jadi laku sebentar, tapi dalam jangka panjang bisnis kehilangan daya tahan. 

Untuk itu, pemimpin bisnis perlu menggeser budaya organisasi: 

  • Mengukur keberhasilan dengan kepuasan pelanggan, bukan hanya angka penjualan. 
  • Menghargai umpan balik pelanggan sebagai aset penting. 
  • Memberi pelatihan tim agar fokus memahami kebutuhan pelanggan, bukan sekadar menutup penjualan.

…

Praktik Bagaimana Menciptakan Pelanggan dalam Bisnis

1. Dengarkan pelanggan lebih banyak daripada berbicara. Observasi, survei, wawancara. Dengarkan keluhan dan aspirasi mereka. 

2. Bangun value proposition yang jelas. Jelaskan dengan sederhana masalah apa yang diselesaikan, dan mengapa pelanggan harus memilih produk Anda. 

3. Ciptakan pengalaman yang konsisten. Setiap titik interaksi dari media sosial, WhatsApp admin, hingga pelayanan di lokasi harus memancarkan pengalaman yang sama. 

4. Fokus pada retensi, bukan hanya akuisisi. Mendapatkan pelanggan baru itu mahal. Menjaga pelanggan lama jauh lebih efisien dan menguntungkan. 

5. Gunakan profit sebagai kompas, bukan tujuan. Evaluasi profit untuk mengukur efektivitas strategi. Jika profit turun, jangan buru-buru menyalahkan pasar; lihat dulu apakah ada pelanggan yang merasa terabaikan. 

Baca Juga :
Earning Per Employee: Mengukur Produktivitas Bisnis dengan Lebih Jernih

Mengapa Kata Drucker Relevan Hari Ini 

Dunia bisnis berubah cepat: teknologi baru, tren konsumen, persaingan global. Namun satu hal tidak berubah tanpa pelanggan, tidak ada bisnis. 

Kata-kata Drucker kembali terasa relevan karena banyak bisnis saat ini tergoda pada pertumbuhan semu: 

  • Mengejar valuasi startup tanpa memastikan pelanggan loyal. 
  • Mengandalkan promosi besar-besaran tanpa memperhatikan kualitas layanan. 
  • Menekan biaya tanpa peduli apakah pelanggan masih merasakan nilai. 

Semua itu bisa memberikan profit jangka pendek. Tapi tanpa pelanggan sejati, bisnis hanya menunda keruntuhan. 

…

Penutup 

Peter Drucker mengingatkan bahwa bisnis sejati bukanlah sekadar mesin pencetak uang. Ia adalah wadah untuk melayani, menciptakan nilai, dan membangun hubungan dengan pelanggan. Profit hanyalah cermin: jika pelanggan tercipta, puas, dan setia, maka cermin itu akan memantulkan hasil yang indah. 

Bagi setiap pemilik bisnis, pertanyaan yang layak direnungkan bukanlah “berapa profit bulan ini?”, tetapi: 

  • Apakah bisnis ini benar-benar menciptakan pelanggan? 
  • Apakah pelanggan merasa hidupnya lebih baik setelah berinteraksi dengan produk atau layanan kita? 
  • Apakah pelanggan mau kembali tanpa perlu kita bujuk dengan diskon besar? 

Karena disanalah letak inti bisnis yang sejati.

-SCU & MRP-

Tags: #strategi
Sebelumnya

CEO, Teknisi, dan Alat yang Terlalu Banyak

Selanjutnya

Senyum Tulus, Layanan Berkelas: Pelajaran Bisnis dari BCA

Piawai Bisnis

Piawai Bisnis

Platform Belajar Pengembangan Bisnis. Kami bukan sekedar berbagi ilmu, kami ingin menumbuhkan cara berpikir baru. Selamat datang di ruang belajar yang tidak menggurui.

Terkait Pos

Kenapa Paragon Begitu Kuat dalam People Development.

paragon
oleh Piawai Bisnis
27/11/2025
0

Di balik produk-produk yang akrab di meja rias jutaan perempuan Indonesia seperti Wardah, Emina, dan Make Over ada satu kekuatan yang jarang dibicarakan...

SelengkapnyaDetails

Ketika Pengusaha Lupa Menekan Tombol On/Off.

tombol on off
oleh Piawai Bisnis
26/11/2025
0

Pada fase awal, pengusaha sering menjadi segalanya sekaligus: pendiri, penggerak lapangan, pemasar, sekaligus direktur. Semua berjalan karena fokusnya satu dan...

SelengkapnyaDetails

Bisnis Hanya Tumbuh Sejauh Pemiliknya Mau Bertumbuh

pemiliknya bertumbuh
oleh Piawai Bisnis
05/11/2025
0

Ada satu kalimat yang mungkin terdengar sederhana, tapi menampar banyak pelaku usaha bisnis hanya tumbuh sejauh pemiliknya mau bertumbuh. Kalimat ini mudah...

SelengkapnyaDetails

Dilusi Saham. Ketika Kepemilikan Founder Menyusut Demi Pertumbuhan

dilusi saham
oleh Piawai Bisnis
30/10/2025
0

Dalam dunia bisnis, terutama di tahap-tahap awal pertumbuhan, ada satu momen yang sering membuat para founder terkejut, saat menyadari bahwa...

SelengkapnyaDetails

Bisnis Itu Maraton, Bukan Sprint

bisnis maraton
oleh Piawai Bisnis
27/10/2025
0

“Dalam bisnis, bukan yang paling cepat yang bertahan, tapi yang paling mampu menjaga keseimbangan antara ambisi dan ketepatan langkah.” -...

SelengkapnyaDetails

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Piawai Bisnis

Platform Belajar Pengembangan Bisnis. Kami bukan sekedar berbagi ilmu, kami ingin menumbuhkan cara berpikir baru. Selamat datang di ruang belajar yang tidak menggurui.

Kategori

  • Analisis (9)
  • Insight (71)
  • Kisah Kadir (23)
  • Tips Praktis (8)

Arsip

  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Tampilkan seluruh hasil
  • Home
  • Insight
  • Tips Praktis
  • Kisah Kadir
  • Analisis
  • Store

© 2025 Piawai Bisnis - Platform Belajar Manajemen Bisnis.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?